Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Array PHP

Written By width on Jumat, 27 April 2012 | 20.06

adakah yang sudah mengenal Array? bagi yang sudah familiar dengan pemrograman, mungkin tidak asing lagi dengan array . Baiklah, kita mulai membahas array. Selama ini bentuk variabel yang kita buat untuk menyimpan suatu value atau nilai adalah berbentuk tunggal. maksudnya, satu variabel hanya bisa untuk menyimpan sebuah value saja.. Misalkan sebuah value telah disimpan atau diassign ke dalam sebuah variabel, selanjutnya variabel tersebut akan diassign kembali dengan sebuah value yang lain, maka value yang sebelumnya akan ditimpa oleh value yang baru. Nah… kira-kira ada tidak ya, variabel yang dapat diassign oleh beberapa value yang lebih
dari satu? Oya.. ada, namanya adalah variabel bertipe data array.
Misalkan suatu variabel bernama X bertipe data array, maka X ini dapat Anda bayangkan
seperti gambar berikut
X

0
1
2
3
N-1










Wah… kok ‘X’ nya seperti memiliki beberapa ruang/kamar/bilik atau apalah terserah
namanya ☺ yang jelas jumlah ruangnya adalah berhingga yaitu sejumlah N. Tiap-tiap
kamar terdapat semacam nomor ruangan: 0, 1, 2, 3, …, N-1. Nah.. di dalam ruanganruangan
inilah kita bisa assign beberapa value sekaligus.
Ingat ya… untuk PHP, nomor ruang array dimulai dari 0, bukan 1.
Dalam PHP, untuk mendeklarasikan suatu variabel (misalkan $x) bertipe data array
adalah sebagai berikut:
$x = array();
Selanjutnya bagaimana perintah untuk mengassign suatu value ke dalam ruangan



20.06 | 0 komentar | Read More

Teknik Modularitas PHP

Written By width on Rabu, 25 April 2012 | 23.34

PHP Modularity :
Konsep modularitas dalam pemrograman diguakan untuk memudahkan kita dalam pengorganisasian script/program. prinsip dari konsepp ini adalah meletakkan beberapa perintah yang menjalankan suatu tugas khusus ke dalam modul atau file script tersendiri. Setiap kali modul tersebut dibutuhkan, kita hanya menyisipkan modul tersebut ke dalam script yang sedang dibuat dengan cara memanggilnya.
Dalam teknik pemrograman yang baik, seharusnya program yang besar dipecah menjadi program-program yang kecil (modul). Modul-modul kecil tersebut dapat dipanggil jika sewaktu-waktu diperlukan. PHP juga mendukung konsep tersebut (modularitas). Kita dapat menyisipkan isi suatu file/modul lain ke dalam file/modul tertentu.
Terdapat 2 perintah/function untuk hal tersebut dalam PHP yaitu menggunakan include() dan require().

include
PHP memungkinkan suatu kode yang disimpan dalam suatu file disertakan ke dalam suatu script PHP dengan menggunkan pernyataan include. Hal ini sangat berguna kalau kita mempunyai sederetan kode (misalnya definisi suatu fungsi, definisi suatu konstanta, atau kode yang lain) yang sering digunakan pada berbagai script PHP yang kita buat. Dalam hal ini kita cukup menuliskan kode tersebut sekali saja ke dalam sebuah file. Lalu jika memerlukan kode tersebut kita bisa menggunakan fungsi include. Sintaksnya adalah sebagai berikut :
include(nama_file);
Dalam hal ini nama_file adalah string yang menyatakan nama file yang akan disertakan dalam script yang meng-include. Adapaun tanda kurung bisa tidak ditulis.
Pernyataan include mengasumsikan bahwa file eksternal yang akan diproses adalah HTML. Dengan demikian kode yang ada dalam berkas yang akan diinclude akan diperlakukan sebagai kode HTML. Karena itu jika yang ada dalam berkas tersebut adalah kode PHP, kita perlu menuliskannya dalam tag .
Contoh penggunaan :
head.php
-------------------------------------------------------------------------
echo "selamat datang di website ku
";
?>
-------------------------------------------------------------------------

body.php
-------------------------------------------------------------------------
include 'head.php';
echo "
Ini adalah contant atau isi dari website ku
";
?>
-------------------------------------------------------------------------
Hasilnya:
-------------------------------------------------------------------------
selamat datang di website ku
Ini adalah contant atau isi dari website ku
-------------------------------------------------------------------------
Contoh lain, misalkan kita akan membuat menu link sejumlah 4 buah yaitu index, about, links, dan contact pada setiap halaman web yang kita buat. Teknik yang digunakan adalah membuat menu link dalam suatu modul tersendiri kemudian modul tersebut dipanggil pada setiap halaman web yang diinginkan terdapat menu link di dalamnya.
menu.php
-------------------------------------------------------------------------
Home -
-------------------------------------------------------------------------

index.php
-------------------------------------------------------------------------
include("menu.php");
?>
Ini adalah halaman index

-------------------------------------------------------------------------

about.php
-------------------------------------------------------------------------
include("menu.php");
?>
Ini adalah halaman about

-------------------------------------------------------------------------
Dan seterusnya.... (untuk halaman links dan contact).
Dari teknik di atas tampak adanya kemudahan dalam membuat halaman web. Dalam hal ini, kita tidak perlu membuat menu link di setiap halaman web yang ada. Bayangkan seandainya kita punya halaman web sejumlah 100 buah yang kesemuanya ingin diberi menu link tanpa menggunakan teknik di atas, tentu hal tersebut sangat merepotkan.
Meskipun secara teknis, kode pembangun web dipecah dalam modul-modul, namun ketika di browser akan terlihat menyatu. Berikut ini adalah kode HTML yang dihasilkan oleh browser ketika membuka halaman web index.php.
index.php
-------------------------------------------------------------------------
Home -
Ini adalah halaman index

-------------------------------------------------------------------------

include_once
Pernyataan include_once berguna untuk menghindari akibat dari suatu script yang disertakan beberapa kali (membatasi fungsi include cuma untuk satu kali saja). Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kesalahan akibat suatu nama fungsi didefinisikan lebih dari sekali.
Contoh jika tidak menggunakan include_once :
head.php
-------------------------------------------------------------------------
echo "selamat datang di website ku
";
?>
-------------------------------------------------------------------------

body.php
-------------------------------------------------------------------------
include 'head.php';
include 'head.php';
include 'head.php';
echo "
Ini adalah content atau isi dari website ku
";
?>
-------------------------------------------------------------------------
Hasilnya:
-------------------------------------------------------------------------
selamat datang di website ku
selamat datang di website ku
selamat datang di website ku
Ini adalah content atau isi dari website ku
-------------------------------------------------------------------------

Contoh jika menggunakan include_once :
head.php
-------------------------------------------------------------------------
echo "selamat datang di website ku
";
?>
-------------------------------------------------------------------------

body.php
-------------------------------------------------------------------------
include_once 'head.php';
include_once 'head.php';
include_once 'head.php';
echo "
Ini adalah contant atau isi dari website ku
";
?>
-------------------------------------------------------------------------
Hasilnya:
-------------------------------------------------------------------------
selamat datang di website ku
Ini adalah content atau isi dari website ku
-------------------------------------------------------------------------
23.34 | 0 komentar | Read More

Struktur Kontrol IF

Written By width on Senin, 23 April 2012 | 23.58

Pada contoh-contoh script yang sudah saya berikan dalam bab-bab sebelumnya hanya
terdiri dari satu aliran program saja, yaitu top – down. Artinya top – down apa? Artinya
setiap perintah yang ada dijalankan satu-persatu mulai dari atas sampai dengan paling
bawah, dan selesai. Kita ambil contoh script PHP berikut ini yang digunakan untuk
menampilkan luas sebuah persegi panjang dengan panjang 10 satuan luas dan lebar 15
satuan luas.
$panjang = 10;
$lebar = 15;
$luas = $panjang * $lebar;
echo "Luas persegi panjang = " . $luas . " satuan luas";
?>
Script di atas menggunakan sebuah aliran saja. Pertama jalankan perintah paling atas
($panjang = 10;), lalu jalankan perintah kedua ($lebar = 15), kemudian jalankan perintah
untuk menghitung luas, dan terakhir tampilkan luasnya, selesai.
Namun… tidak semua script/program hanya terdiri dari sebuah aliran saja yang
sederhana seperti di atas. Terkadang atau bahkan sering nantinya kita membuat script
yang di dalamnya terdapat perintah yang harus diulang-ulang sampai berapa kali,
terkadang juga ada perintah yang hanya dijalankan pada kondisi atau berdasarkan
syarat tertentu saja. Hal ini kita bisa atur dengan menggunakan statement kontrol.
Dalam dunia pemrograman umumnya, terdapat 2 jenis statement kontrol yaitu:
statement kontrol kondisional (bersyarat) dan statement kontrol perulangan (looping).
Statement kontrol kondisional adalah statement kontrol yang digunakan untuk
mengatur kapan suatu perintah akan dijalankan. Dengan statement ini kita bisa
mengatur kapan suatu perintah akan dijalankan, yaitu ketika telah dipenuhinya suatu
syarat tertentu.
Sedangkan statement kontrol perulangan digunakan untuk mengatur perintah yang
dijalankan secara berulang-ulang.
Dalam PHP, terdapat dua buah statement kontrol yang termasuk statement kontrol
kondisional, yaitu IF dan CASE OF. Sedangkan yang termasuk statement kontrol
perulangan adalah: FOR, WHILE, DO WHILE dan FOREACH.
Untuk mempermudah pembahasan masing-masing statement kontrol tersebut, akan
dibahas secara bab per bab saja. Nah… pada bab 7 ini pembahasan hanya difokuskan
pada statement kontrol IF. … are u ready to learn?
Apa yang Anda pahami bila menjumpai pernyataan di bawah ini?
Jika sore ini hujan, maka saya akan menghabiskan waktu di rumah.
Pernyataan di atas mengandung sebab akibat. Bila Anda lihat, keterangan ‘sore ini
hujan’ adalah merupakan suatu syarat. Apa akibatnya bila syarat tersebut terpenuhi?
Ya… ‘saya akan menghabiskan waktu di rumah’. Dengan demikian, ‘saya akan
menghabiskan waktu di rumah’ ini hanya akan dilakukan apabila syaratnya terpenuhi
atau ‘sore ini hujan’.
Dalam dunia logika, istilah ‘terpenuhinya suatu syarat’ dapat dikatakan sebagai ‘syarat
tersebut bernilai BENAR atau TRUE’.
Nah… bentuk pernyataan ‘jika… maka…’ pada contoh di atas dapat diadopsi dalam
programming. Untuk menyatakan pernyataan tersebut dalam programming, khususnya
PHP, kita bisa menggunakan statement kontrol IF
Adapun sintaks atau aturan penulisan IF nya adalah sebagai berikut:
if (syarat)
{
statement;
}
Catatan: Kata ‘if’ harus ditulis dalam huruf kecil semua.
Dalam sintaks di atas, bagian ‘statement’ akan dijalankan atau dilakukan jika ‘syarat’
terpenuhi atau ‘syarat’ bernilai benar/true. Trus… bagaimana bila ‘syarat’ tidak
terpenuhi? Ya…bagian ‘statement’ tidak akan dijalankan atau dalam hal ini tidak
melakukan apa-apa. Dengan demikian, nilai ‘syarat’ haruslah hanya ada dua
kemungkinan, yaitu BENAR atau SALAH itu saja.
23.58 | 0 komentar | Read More

Operator pada PHP

Written By width on Senin, 09 April 2012 | 00.32

Berikut ini adalah jenis-jenis operator yang dikenali pada bahasa pemrograman PHP
OPERATOR MATEMATIKA

Operator
Keterangan
Contoh
Hasil
+
Penambahan
x=2 x+2
4
-
Pengurangan
x=2 5-x
3
*
Perkalian
x=4 x*5
20
/
Pembagian
15/5 5/2
3 2.5
%
Modulus (sisa pembagian)
5%2 10%8 10%2
1 2 0
++
Increment (penambahan dengan 1)
x=5 x++
x=6
--
Decrement (pengurangan dengan 1)
x=5 x--
x=4

OPERATOR PERSAMAAN

Operator
Contoh
Sama dengan
=
x=y
x=y
+=
x+=y
x=x+y
-=
x-=y
x=x-y
*=
x*=y
x=x*y
/=
x/=y
x=x/y
%=
x%=y
x=x%y

OPERASI PERBANDINGAN

Operator
Keterangan
Contoh
==
Sama dengan
5==8 hasil false
!=
Tidak sama dengan
5!=8 hasil true
>
Lebih besar
5>8 hasil false
<
Legih kecil
5<8 hasil true
>=
Lebih besar sama dengan
5>=8 hasil false
<=
Lebih kecil sama dengan
5<=8 hasil true




OPERATOR LOGIKA

Operator
Keterangan
Contoh
&&
And (dan)
x=6 y=3
(x < 10 && y > 1) hasil true
||
Or (atau)
x=6 y=3
(x==5 || y==5) hasil false
!
Not (tidak)
x=6 y=3
!(x==y) hasil true

00.32 | 0 komentar | Read More